Wujud Mobil Listrik KIA Niro

Kia Niro EV (electric vehicle) pertama kali dikenalkan konsepnya di ajang CES awal tahun ini. Tak butuh waktu lama, versi produksinya diluncurkan dan mulai dibuka pemesanan. Kia mulai memasarkan Niro EV di negara asalnya, Korea Selatan, memanfaatkan momen International Electric Vehicle Expo di Jeju, Korea Selatan. Wujud Kia Niro EV versi produksi, ternyata lebih ‘normal’ dibanding versi konsep dan ada kemiripan dengan versi hybrid yang lebih dulu dijual.

Bagian wajah Kia Niro EV tidak memakai grille besar utama. Ditutup dengan bagian dan warna serupa bodi. Desainnya masih menampilkan Tiger Nose khas Kia. Pada lokasi itu, juga menjadi rumah port pengisian daya baterai. Air intake di bawah, juga mendapat revisi desain. Ada grille kecil imitasi atau hanya pemanis di setiap ujung bemper dan bersatu dengan lampu kabut serta lampu siang hari LED berdesain menawan. Hal yang sama terjadi di buritan, dengan dua grille imitasi di bemper belakang. Sementara penampilan samping dipermanis dengan pelek alloy 17 inci.

Menurut Kia, Niro EV bisa melaju sampai jarak 380 km dalam sekali pengisian penuh baterai berdaya 64 kWh. Selain itu, Kia juga menawarkan versi lebih murah dengan daya baterai lebih kecil, 39,2 kWh yang diklaim bisa menempuh jarak hingga 240 km saat diisi penuh. Meski begitu, pihak manufaktur belum membeberkan detail performanya. Kalau melihat saudara hampir kembarnya, Hyundai Kona EV, versi 64 kWh mungkin didukung tenaga 204 PS dari motor penggerak elektrik, sedang versi 39,2 kWh 135 PS.

Fitur yang dibawa, kemungkinan mirip Niro bermesin lain yang sudah duluan beredar. Misal dari safety ada frontal collision avoidance (FCA), back collision warning (BCW), lane keeping assist (LKA), smart cruise control (SCC) dan driver attentiotn warning (DAW).

Belum jelas pasar mana saja yang ingin diinvasi mobil listrik Kia Niro EV. Yang pasti, di Korea Selatan sendiri, mobil ini menarik banyak minat. Diklaim manufaktur, 5.000 pemesanan langsung dicatatkan hanya dalam waktu tiga hari sejak pemesanan dibuka pada Februari lalu.

Kapan masuk ke Indonesia? Hmm, kita masih harus membereskan soal peraturan dan regulasi dulu soal kendaraan elektrik dan hybrid. Baru setelah itu mobil-mobil listrik bisa mulai beredar lancar di Indonesia.

Muhammad Iqbal Abdul Ghofur

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah & Ilmu Komunikasi. Digital Marketer di PT.Visi Media Tara, PT.Setara Media & TKB Group Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *