Rekayasa Lalin di “Rest Area” Tol Selama Musim Mudik, Seperti Apa?

PT Jasa Marga akan membuat sistem zoning atau manajemen rekayasa lalu lintas di dalam rest area jalan tol yang dikelolanya selama musim mudik Lebaran 2018. Dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/5/2018), pihak Jasa Marga menyebut sistem zoning diberlakukan dengan membuat jalur khusus antara kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar minyak (BBM), menuju toilet, atau tempat makan. Pemberlakuan sistem zoning bertujuan agar lalin kendaraan dapat terdistribusi dengan baik.

Selain sistem zoning, Jasa Marga juga akan mengoptimalkan kapasitas parkir di rest area dengan tidak menambah area komersial di titik tersebut. Jumlah kamera pengawas atau CCTV untuk keperluan pemantauan kondisi lalin di dalam rest area juga akan ditambah. Apabila terjadi kepadatan di dalam rest area tertentu, maka akan da pengalihan ke rest area berikutnya dan diinfokan kepada pengguna jalan tol melalui variable message sign (VMS).

Pada pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik lebaran tahun ini, Jasa Marga juga memastikan kesiapan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan kecukupan BBM. Caranya dengan menambah kios BBM atau SPBU Portable yang bekerjasama dengan Pertamina. Tujuannya tentu saja untuk mengantisipasi kepadatan antrean di SPBU. Tercatat ada 68 rest area yang akan disediakan Jasa Marga selama musim mudik tahun ini. Seluruhnya tersebar di jalan tol operasi dan jalan tol fungsional lebaran yang membentang dari Jakarta hingga Surabaya.

Muhammad Iqbal Abdul Ghofur

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah & Ilmu Komunikasi. Digital Marketer di PT.Visi Media Tara, PT.Setara Media & TKB Group Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *