Mercedes AMG E53 Mild Hybrid Gantikan E43

Beberapa tahun lalu, Mercedes-AMG menambah varian model dengan 43 Series. Seri ini diperuntukkan bagi konsumen yang tidak butuh tenaga seberingas 63 Series, namun tetap dapat karakter sport kuat. Kenyataannya, AMG 43 Series tidak terlampau lama dipertahankan.

Karena AMG memperkenalkan 53 Series awal tahun ini dan sudah ada di lineup CL53, E53 Coupe dan Cabriolet yang tampil di Detroit Auto Show 2018. Selanjutnya, Mercedes-AMG E53 sedan menjadi model ketiga E53 di jajaran E-Class. Semuanya untuk model 2019 dan dijadwalkan mulai dijual akhir tahun ini. Untuk 43 Series distop dan berganti E53.

Seri AMG terbaru bukan sekadar mengganti nomenklatur nama. Terkandung teknologi anyar yang menjadi terobosan pintar dari divisi khusus Merc ini. AMG berusaha mengembangkan performa mesin tanpa mengorbankan efisiensi bahan bakar melalui tambahan teknologi mild hybrid.

Perhatian utama pasti tertuju pada manfaat mild hybrid. Teknologi dari Merc diberi nama EQ Boost yang tugasnya mengombinasikan motor starter dan alternator di dalam motor elektrik generator. Letaknya dibuat seringkas mungkin di antara mesin dan transmisi.

Tak kalah penting, baterai 48 V mampu menyuplai listrik lebih baik dari kelistrikan 12 V konvensional. Kapasitas baterai membesar, berarti menyediakan energi listrik lebih banyak. Saat proses pengereman, motor-generator mengumpulkan energi terbuang untuk mengisi baterai. Jadi tak perlu mencolokkan kabel untuk pengecasan.

Semua model AMG 53 Series ditenagai mesin baru 6-silinder inline berkapasitas 3,0-liter plus twin-turbo. Daya sebesar 429 hp dan torsi 520 Nm mampu menyamai mesin V8, tapi dengan konsumsi bahan bakar lebih irit. Sistem EQ Boost menyumbang tambahan tenaga 21 hp dan torsi 250 Nm, sekaligus mengisi baterai 48 V. Kinerja sistem ini dikatakan mampu mempercepat respons mesin tanpa menyisakan gejala lag.

Klaim AMG, E53 sedan mampu sprint 0-100 kpj dalam 4,4 detik dan kecepatan puncak dibatasi 250 kpj. Penyalur tenaga tetap mempercayai transmisi AMG SPEEDSHIFT TCT 9-speed dan sistem penggerak AWD 4MATIC+ sudah standar. Remnya memanfaatkan paket performa tinggi berupa cakram 14,2-inci dengan 4-piston di depan. Suspensi udara AMG juga ada di mobil ini.

Tampilan eksterior mengalami sentuhan sedikit. Antara lain gundukan di kap mesin, empat lubang knalpot membulat dan diffuser belakang. Tidak segarang E-Class versi E63 memang, tapi kami suka karakter “sleeper” yang menonjol. Tampak kalem namun menyimpan potensi besar. Dalamnya banyak memanfaatkan trim sport khas AMG. Tak kecuali stir AMG yang dibalut kulit Nappa dan terdapat strip merah di bagian atas layaknya setir mobil balap. Mengingat Mercedes-AMG E43 sedan dipasarkan di Indonesia, kemungkinan besar E53 ini bakal melanjutkannya.

Muhammad Iqbal Abdul Ghofur

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah & Ilmu Komunikasi. Digital Marketer di PT.Visi Media Tara, PT.Setara Media & TKB Group Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *