Cara Pembuatan Ban Dan Materialnya

Cara Pembuatan Ban Dan Materialnya

Cara Pembuatan Ban – Sedikit pembahasan kali ini saya akan membahas tentang cara pembuatan ban mobil yang merupakan suatu point penting yang harus diperhatikan bagi kesalamatan anda pengendara roda empat, dalam berkendara sering kali lupa dengan kecepatan dan muatan yang di bawa oleh pengendara karena dari itu kami akan membahasnya disini coba perhatikan dan di mengerti tulisan di bawah ini. Ban accelera adalah ban buatan negera indonesia yang berkualitas bukan hanya ban berrkualitas accelera jug ban dengan harga bersahabat yaitu mulai dari 300 ribuan. Accelera tires merupakan ban mobil berkualitas ekspor yang diproduksi oleh PT. Elangperdana Tyre Industry yang beralamat di Citeureup, Bogor Indonesia.

 

Pabrik pembuatan ban accelera
Pabrik pembuatan ban accelera

 

Perusahaan ban Accelera yang berproduksi sejak 1996 ini telah berhasil menjual hasil produknya ke berbagai negara di dunia seperti Asia, Eropa, Timur Tengah, Amerika, Australia, dan termasuk Indonesia. Ban accelera telah banyak meraih prestasi yang dibuktikan dengan beberapa sertifikat seperti : ECE, DOT, In Metro, SASO, GCC, dan SNI ( indonesia ). Beberapa produk ban accelera bermutu tinggi High Performance untuk dapat di aplikasikan untuk kendaraan pribadi, truk, maupun bus. Hingga saat ini produsen ban mobil accelera telah memasarkan beberapa produk andalan mereka yakni :ban merk Accelera, ban merk Accelera X-Grip, dan ban merk Forceum.

Ban Biasa:

Ban dengan struktur  biasa adalah yang paling banyak dipakai. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka dari ban. Cord ditenun dengan cara zig-zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban.

Ban Radial:

Untuk ban radial, konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban. Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan “Breaker” atau “Belt”. Ban jenis ini hanya menderita sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal, walaupun pada kecepatan tinggi. Ban radial ini juga mempunyai “Rolling Resistance” yang kecil.
Ban Tubeless:
Ban Tubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban dalam. Ban tubeless in diciptakan sekitar tahun 1990

Bahan Dasar Pembuatan Ban

  1. Benang/kawat baja, nylon, aramid fiber, rayon, fiberglass, atau polyester (biasanya bahan kombinasi, misalnya benang polyester pada lapisan ban dan kawat baja pada bagian sabuk baja dan bead yang umumnya terdapat pada ban mobil penumpang radial)
  • Tread adalah bagian telapak ban yang berfungsi untuk melindungi ban dari benturan, tusukan obyek dari luar yang dapat merusak ban. Tread dibuat banyak pola yang disebut Pattern.
  • Breaker dan Belt adalah bagian lapisan benang (pada ban biasa terbuat dari tekstil, sedangkan pada ban radial terbuat dari kawat) yang diletakkan diantara tread dan casing. Berfungsi untuk melindungi serta meredam benturan yang terjadi pada Tread agar tidak langsung diserap oleh
  • Casing adalah lapisan benang pembentuk ban dan merupakan rangka dari ban yang menampung udara bertekanan tinggi agar dapat menyangga ban.
  • Bead adalah bundelan kawat yang disatukan oleh karet yang keras dan berfungsi seperti angkur yang melekat pada velg
  • Ukuran ban
    Kode ban
    Dimensi atau ukuran sebuah ban dapat dinyatakan sebagai berikut: ” 205 / 55 /ZR16 ”
    Keterangan dimensi atau ukuran ban tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut:
    205 : Lebar telapak ban (mm)
    55 : aspek ratio untuk ketebalan ban (%) dari lebar telapak ban
    ZR : kode limit kecepatan
    16 : diameter velg ( inch )

 

Proses pencetak ban
Proses pencetak ban

 

Pada setiap tahap produksi, kontrol komputer memainkan peran yang signifikan terhadap proses produksi. Dari langkah pertama produksi kompon karet, hampir semua proses ini dioperasikan secara elektronik. Zaman yang serba canggih ini setiap tahap produksi pasti sudah melalui tahap kontrol komputer, dan disini komputerlah yang memainkan peran yang signifikan terhadap proses produksi. Langka awal dari produksi yaitu kompon karet, dan hampir semua proses reproduksi ini di operasikan secara elektronik.

Komponen dari ban (karet alam dan karet sintetis, karbon dan belerang) akan secara ketat ditentukan takarannya, agar selanjutnya bisa masuk ke mesin mixer karet. Pada saat pencampuran dilakukan secara bertahap, dalam hal ini kompon karet siap pakai masuk ke mesin lagi.
Bahan menjalani kontrol kualitas, jika lulus tes, maka akan di bawa ke gudang. Kemudian dilanjutkan ke tahap produksi, seperti tali karet berlapis, lapisan kedap udara, breaker, bagian samping dan pelindung, lalu pembuatan kabel berlapis karet dibutuhkan mesin khusus. Cara kerjanya seperti alat tenun. Kabel pergi ke extruder khusus, di mana ia ditekan menjadi lembaran karet khusus. Kemudian akan dipotong untuk mendapatkan bentuk tertentu.  lengketnya bahan sangat lah lengket agar tidak terjadi penggumpalan permukaan bahan satudengan yang lainnya, maka pada saat menggulung haruslah memakai lapisan pada setiap sekatnya berebagai jenis gasket karet dan bahan yang sudah siap lanjut untuk di jadikan ban bentuk utuh

Berikut Gambar ban yang di cetak dan di masak

Proses penguapan ban
Proses penguapan ban

 

 

Perakitan Ban

Perakitan ban dilaksanakan pada mesin yang dioperasikan oleh dua orang. Satu menyisipkan kelos dengan komponen-komponen ke dalam mesin dan yang lainnya menutup cincin.

Mesin mengerjakan sisanya dengan sendirinya. Sesekali pekerja memeriksa apakah ada yang cacat? Kemudian ban ini akan masuk ke tahap vulkanisasi dimana tempat ban terkena uap panas, aditif karbon Karet dan minyak “dipanggang” menjadi satu kesatuan yang koheren, disini juga ban mulai dicetak bentuk bannya, dan nama merk. 

Cetak Ban

ban-ban yang sudah siap akan “dimasak” di tempat ini sangat bau karet, dan panas karena banyaknya uap panas dan dilakukan dengan cepat lalu jika ban sudah dimasak, sudah kelihatan bentuk dan pola bannya lalu ban didinginkan dulu, sebelum melakukan pengetesan. Jika ban sudah dingin lalu masukkan di ruang pengetesan kelayakan ban. Proses pengetesan yaitu dengan cara memutar roda di tengah alat pengetesan dengan kecepatan yang konstan sebesar 340 km / jam, maka kecepatan ban tersebut tergantung pada jenis ban itu sendiri. Jadi ada gesekan ban di roda sehingga seperti simulasi saat anda berkendara

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 2 = 4