Selera Masuk Akal Ala TKB Group Indonesia

Selera memang merupakan sesuatu yang Priceless atau tak ternilai harganya. Tidak sedikit orang-orang menggelontorkan uang dari rogohan koceknya yang terdalam hanya untuk seleranya. Karena selera adalah sesuatu yang tidak ternilai, maka nilai yang dibangun dari perhitungan ekonomi pun tidak berlaku. Salah satu contohnya dalam urusan jual beli kendaraan, khususnya kendaraan antik.

Kendaraan antik bisa dilihat sebagai sebuah selera dan hobi yang mempunyai nilai ekonomis tanpa memakai perhitungan ekonomi. Bayangkan, untuk sebuah “kendaraan fosil” seseorang harus mengeluarkan 250 Juta Rupiah untuk sebuah skuter Lambretta 150 Li keluaran tahun 1961. Dilansir dari Tempo, Taufik yang berasal dari Tangerang menolak penawaran sebesar 220 Juta Rupiah dari seorang pembeli skuternya lantaran harganya masih terlalu jauh dari yang dibanderol, yaitu 250 Juta Rupiah. Alasan yang diberikan Taufik tentunya bukan berasal dari pertimbangan ekonomi, melainkan dari pertimbangan selera, bagi setiap penggiat skuter antik, bagian dan cat original menjadi faktor penting mengapa skuter tersebut layak diberi harga selangit.

Selera Masuk Akal Ala TKB Group Indonesia

Bagi kalian yang merasa ingin melampiaskan selera terhadap “kendaraan fosil” namun merasa cukup berat untuk mengeluarkan uang sebanyak 250 Juta untuk kendaraan beroda dua seperti skuter antik Taufik, maka Redaksi Kolom TKB mempunyai solusinya, mari simak:

  • Browsing di e-commerce kendaraan antik anda.

Banyak sekali mobil antik yang dilego di Online Shop ternama di Indonesia, dan pilihan Kolom TKB jatuh kepada Mercy E300 Boxer yang dijual di OLX  seharga 32.500.000 Rupiah. Dengan deskripsi mesin yang masih berfungsi normal namun pajak yang tidak aktif selama 2 tahun serta biaya balik nama kepemilikan barang maka total uang yang harus dibayarkan adalah 38 Juta Rupiah, dan langsung bisa mengendarai mobil antik dari Eropa.

  • Modifikasi seperlunya

Jika Mercy Boxer sudah di tangan anda, maka hal yang perlu anda lakukan hanyalah mengganti velgnya. Hal ini dilakukan untuk membiarkan bagian-bagian di mobil Mercy tetap orisinil mengingat kualitasnya serta nilai keantikan dari Mercy Boxer E300 sendiri. Kolom TKB memberikan rekomendasi HSR BIELEFELD Ring 17 warna hitam untuk Mercy Boxer anda. Pemilihan warna hitam tentunya menjadi pilihan yang pas, mengingat warna hitam sangat cocok untuk dipadu padankan dengan warna lain.

  • Berikan ban berteknologi modern

Sesuai peraturan Menteri Perhubungan tahun 2018 nomor 33, kendaraan roda 4 tidak perlu lagi membawa ban cadangan dengan syarat ban pengendara harus menggunakan teknologi Run Flat Tire dimana teknologi dari ban ini masih memungkinkan anda untuk menyetir kendaraan anda sampai ke bengkel jika terjadi bocor, dengan syarat mengurangi kecepatannya. Anda tidak perlu khawatir soal harga yang lumayan tinggi untuk ban RFT, Accelera menghadirkan harga yang cukup masuk akal untuk kualitas ban berteknologi RFT. Dengan umur pemakaian sampai 40.000 KM, harga kurang dari tiga juta Rupiah membuat anda tidak perlu lagi khawatir untuk segera mengganti ban anda yang bocor ketika di jalan, selain itu juga dengan bobot ban RFT yang lebih ringan membuat pacuan tenaga mobil lebih sedikit berkurang sehingga menghemat konsumsi bahan bakar.

Jika menghitung total keseluruhan biaya yang harus anda keluarkan untuk Mercy Boxer E300 tahun 88 dengan kondisi siap pakai hanya mengeluarkan sekitar 46.300.000 Rupiah. Tentunya harga tersebut tidak sampai seperlima dari harga skuter Lambretta 150 Li yang dilego sebesar 250 Juta Rupiah oleh Taufik. Hal yang membedakan antara skuter klasik Taufik dengan rekomendasi mobil antik Mercy Boxer ala TKB Group hanyalah pada fungsi, dimana pengendara Mercy Boxer tak perlu merasakan basah saat hujan melanda serta mampu membawa muatan lebih banyak. Tentunya rekomendasi yang ditawarkan TKB Group  bukan untuk menyinggung bahkan membanding-bandingkan selera pihak manapun, karena pada faktanya selera merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya, namun selalu ada alternatif harga yang realistis untuk sebuah selera.

Penulis : Fauzan Perdana

Muhammad Iqbal Abdul Ghofur

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah & Ilmu Komunikasi. Digital Marketer di PT.Visi Media Tara, PT.Setara Media & TKB Group Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *