Sejarah Velg Alloy

Zaman sekarang, velg alloy banyak digunakan dan dijadikan sebagai fitur utama oleh manufaktur mobil. Velg alloy, sebagai lawan dari velg baja (steel wheel) menandai perbedaan model dan spesifikasi kendaraan. Velg alloy sendiri merupakan velg yang terbuat dari bahan alumunium yang dicampur dengan bahan lainnya seperti besi. Velg Alloy mulai terkenal sejak tahun 1980-an, namun sebenarnya sejarahnya sudah dimulai sejak tahun 1924.

Sebelum velg Alloy berkembang, pelek merupakan model two pieces yang berasal dari bahan baja yang di-press. Ada juga yang dibuat dengan bagian tapak berbahan alumunium atau baja, dengan palang terbuat dari bahan metal.

Sejarah Velg Alloy

Sejarah velg mobil bergeser ketika pelek kombinasi baja dan alumunium digunakan. Bagian disc pada pelek menggunakan bahan baja, sementara bagian tapak menggunakan alumunium untuk membuat pelek lebih ringan. Desain seperti ini diterapkan oleh Porsche dan Jaguar pada tahun 1950-an.

Saat ini, teknik pembuatan pelek melalui proses forging atau casting dijadikan sebagai cara untuk mengurangi berat pelek sekaligus membuatnya lebih kuat daripada pelek yang dibuat dengan metode stamping (cetak). Di sisi lain, metode forging dan casting memungkinkan desainer pelek lebih bebas dalam mendesain velg.

b351

Penggunaan velg alumunium dengan metode casting pada masa-masa awal terutama bisa dilacak pada Ettore Bugatti Tipe 35 di tahun 1924. Velg ini terus berkembang hingga produksi pelek mobil ukuran 24 inci dengan 8 lubang yang diterapkan pada Tipe 41 Royale.

psc2

Pada tahun 1954, Cadillac memperkenalkan velg alumunium bernama Sabre Spoke, yang dibuat oleh Kelsey-Hayes. Pelek ini menjadi standar pada mobil Eldorado keluaran tahun 1955. Model ini diproduksi hingga tahun 1958, setelah itu Cadillac tidak lagi membuat velg Alloy hingga tahun 1981.

osca-1600

6 tahun setelah Cadillac memperkenalkan velg alloy mereka. Pontiac merilis versi velg alumunium yang menyatu dengan brake drum. Velg ini tersedia di pasaran hingga tahun 1968. Ia merupakan salah satu pelek mahal dan langka, sekaligus banyak dicari oleh para kolektor.

Tahun 1961 OSCA memulai produksi mobil 1600 GT yang menggunakan velg magnesium dari Armadori. Variasi velg magnesium kemudian diperkenalkan pada mobil Carlo Abarth keluaran tahun 1962. Velg ini merupakan buatan Capagnolo.

850-tc

3 tahun kemudian Ferari memperkenalkan pelek alloy pertama mereka yaitu velg berbahan magnesium Cromodora Starbust yang dipasangkan pada mobil 275 GTB. Di tahun yang sama, 1964, Corvette juga memperkenalkan velg alumunium Kelsey Hayes.

ferrari

Sejarah pelek alloy terus berkembang, hingga akhirnya velg alloy yang pertama kali dikeluarkan pabrikan dan tersedia untuk berbagai mobil diperkenalkan pada awal tahun 1974. Velg ini merupakan velg alumunium yang dibuat dengan metode casting, memiliki 12 palang, dengan diameter 13 ini, tersedia sebagai alternatif/aftermarket untuk mobil-mobil seri Volkswagen, Scirocco, Passat, dan Audi 80.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 4 = 1