Rupiah Melemah, Potensi Ancaman Sektor Modifikasi dan Aftermarket ?

Rupiah Melemah – Dengan dicapainya besaran 14.731 Rupiah per satu Dollar Amerika Serikat, membuat industri yang menunjang kebutuhan pokok menjadi sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya dalam kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan tersier pun ikut terkena dampak dan cenderung terancam.

Meninjau sektor industri Aftermarket yang merupakan sebuah opsi alternative untuk beberapa konsumen dan badan asuransi dalam memenuhi kebutuhannya juga membuat dampak yang cukup mengkhawatirkan karena melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana alur setiap bagian atau Parts dalam kendaraan yang belum memadai untuk diproduksi di dalam negeri sehingga mengharuskan untuk dilakukannya proses Import.

Melihat dari sisi positfnya, tersebar kabar bahwa beberapa konsumen yang mempunyai hobi di bidang modifikasi harus berpikir secara taktis untuk menyalurkan hobinya dikarenakan regulasi Import yang kompleks serta terkait dengan meningkatnya harga. Namun jika melihat teori dasar perekonomian, jika terjadinya penguatan nilai mata uang asing terhadap mata uang lokal, memungkinkan meningkatnya gairah industry lokal sebagai alternative untuk para konsumen untuk menjadi pilihan sekaligus solusi, sehingga membuat hal ini menjadi kesempatan untuk para pelaku industry Aftermarket dan modifikasi otomotif untuk menggencarkan strateginya dalam memasarkan produk-produk mereka di pasar Indonesia.

Penulis : Fauzan Perdana

Muhammad Iqbal Abdul Ghofur

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah & Ilmu Komunikasi. Digital Marketer di PT.Visi Media Tara, PT.Setara Media & TKB Group Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *