Mitsubishi Xpander The Miracle Boy?

Ucapan selamat dan salut sepertinya tak berlebihan bila diberikan kepada Mitsubishi Xpander. Apalagi mengingat pencapaiannya yang tidak bisa diremehkan di tahun 2018. Sempat menggeser petahana 14 tahun berturut-turut dari posisi puncak mobil terlaris di Indonesia, Xpander memang bukan pendatang baru yang bisa diremehkan. Besutan Mitsubishi yang belum saja genap berusia satu tahun ini sempat bertengger selama tujuh bulan di puncak klasemen mobil terlaris 2018. Pantaskah kita menjuluki “anak baru” ini sebagai The Miracle Boy?

Pihak Mitsubishi sendiri belum menyatakan akan melakukan perubahan untuk Xpander di tahun 2019. Mengingat model eksteriornya yang hingga kini masih digemari pasar, perubahan mayor sepertinya memang masih belum diperlukan.

Mobil jenis Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) bertampang SUV ini memang terbukti berhasil menawan hati para peminat kendaraan roda empat kelas menengah di Indonesia. Catatan penjualannya yang menempel ketat Toyota Avanza sudah belasan tahun tak tertandingi menjadi fakta yang berbicara. Diperkirakan Avanza dan Xpander sama-sama terjual pada kisaran 70 ribu hingga 80 ribuan unit pada tahun 2018. Besar selisihnya pun tak terlalu signifikan.

Mitsubishi Xpander dapat dikatakan berhasil dalam menggerus pasar yang selama ini didominasi oleh Toyota Avanza. Bila tahun-tahun sebelumnya Avanza selalu mampu menembus angka 100.000 unit untuk penjualannya, di tahun 2018 ini mustahil terjadi. Walau tetap Avanza keluar sebagai “juara” untuk jumlah penjualan, total angkanya menurun ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Dan tidak dapat dipungkiri, Xpander adalah salah satu penyebab utamanya.

Kepercayaan diri yang tinggi melalui torehan sebelumnya ini membuat Mitsubishi merasa siap menghadapi persaingan LMPV di tahun 2019. Bahkan, melalui pernyataan Presiden Direktur PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Naoya Nakamura, Mitsubishi tampaknya tidak takut akan berita kemunculan wajah baru dari pesaing utamanya, Toyota Avanza.

Nakamura menambahkan, diferensiasi market antara produk Xpander dan Avanza itu tegas dan jelas. Drive train, uji keamanan, interior dan fungsionalitas fitur-fitur Xpander jauh lebih baik dari Avanza, tuturnya. Walau demikian, Xpander tak mau berhenti berinovasi. Sudah ada rencana dari pihak Mitsubishi untuk meningkatkan fitur-fitur yang ada pada Xpander. Apa saja peningkatan itu? Sayangya tak ada bocoran informasi, dan sifatnya masih dirahasiakan.

Banyak yang menilai sebenarnya keunggulan penjualan Avanza dari Xpander di tahun 2018 adalah lebih karena potongan harga yang diberikan. Penjualan Avanza langsung meroket menjelang akhir tahun akibat diskon tersebut. Tentu dengan mempertimbangkan pemotongan harga jual yang tinggi, banyak orang langsung beralih minat kepada Avanza. Tapi, dari hal ini ada satu fakta yang tak dapat dipungkiri. Bahwa kemunculan Xpander memang menghentak. Hentakan dari “anak baru” yang menggoyang hegemoni. Memang The Miracle Boy.

Salam, TKB Group Indonesia.

TKB Group Indonesia

TKB GROUP INDONESIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *