IIMS 2015: Sejumlah APM Merapat, Perluasan Konsep Pada Industri Pendukung

IIMS 2015: Sejumlah APM Merapat, Perluasan Konsep Pada Industri Pendukung Angin segar terus berhembus ke Kemayoran, Jakarta Pusat, tepatnya JIExpo yang menjadi ajang rutin penyelenggaraan pameran akbar otomotif IIMS (Indonesia International Motor Show). Setelah mendapuk 65 peserta dari kalangan industri pendukung otomotif, kini beredar kabar sejumlah Agen Pemegang Merek (APM) mulai merapat ikut IIMS 2015 yang dihelat pada 20-30 Agustus. Beberapa APM memastikan ikut IIMS dengan pertimbangan utama adalah strategi marketing karena IIMS sudah menjadi ikon pameran otomotif Indonesia. Apalagi, lokasinya yang di tengah kota diperkirakan mampu menyedot banyak pengunjung seperti tahun-tahun sebelumnya.
unnamed
Situasi seputar APM yang menjadi representasi pabrikan mobil itu memang jadi hal menarik dalam tiga bulan terakhir. Pasalnya, untuk kali pertama dalam sejarah otomotif Indonesia, pada tahun ini akan berlangsung dua pameran sekaligus pada kurun waktu yang sama. Gaikindo yang selama ini jadi mitra Dyandra Promosindo selaku penyelenggara (Event Organizer) IIMS, pada edisi 2015 memilih membuat expo tersendiri di Tangerang, Provinsi Banten, dengan menggandeng EO lain.
Kini dengan merapatnya beberapa APM ke IIMS maka sudah terjawab situasi sesungguhnya. Gaikindo sebagai lembaga pengayom para APM di Indonesia secara bijak memberi kelonggaran anggotanya untuk memilih ikut ajang pameran yang mana. Tinggal masing-masing mengkalkulasi budget dan strategi promosi dan pemasaran masing-masing, pilih salah satu atau ikut dua-duanya.
Hendra Noor Saleh, Direktur PT Dyandra Promosindo mengakui kalau beberapa APM sudah menyatakan ikut IIMS  dan beberapa lagi tengah dalam proses finalisasi.
“Ada juga beberapa merek kendaraan yang sudah menyatakan ikut IIMS. Itu yang saya baca di media otomotif online dengan mengutip statement para petinggi APM bersangkutan,” katanya.
Ia menegaskan sejauh ini semuanya masih dalam proses. Karena itu ia tak bisa sebut detil APM apa saja yang sudah memilih IIMS atau yang memutuskan ikut kedua pameran ganda nanti. “Nantilah setelah penandatanganan form A baru bisa kami rilis ke media.”
Hubungan Dyandra dengan Gaikindo, katanya,  selama ini tak ada masalah dan berkeyakinan di masa berikutnya pun baik-baik saja seperti terjalin dalam 16 tahun terakhir.
“Kalau faktanya kini muncul pameran ganda pada saat bersamaan, itu adalah persoalan yang berbeda. Yang pasti manajemen Dyandra tetap berpandangan positif menyikapi situasi yang berkembang. Bagaimana plus dan minus dua pameran bersamaan ini, biarlah waktu dan fakta nantinya yang bicara. Saya kira semuanya bertujuan sama, yakni menyemarakkan bisnis dan industri otomotif Indonesia,” tandasnya.
Kohen panggilan Hendra Noor Saleh kembali menegaskan komitmen Dyandra meluaskan konsep penyelenggaraan IIMS. Bukan lagi ajang pameran yang mempertemukan produsen dan konsumen mobil seperti imej selama ini, tapi juga menjadikan IIMS sebagai salah satu ruang menghidupkan industri pendukungnya.
“IIMS tetap akan menampilkan mobil-mobil baru yang masuk pasaran. Tapi, tak kalah penting adalah perhatian pada industri terkait. Sektor ini berkontribusi langsung dalam upaya meningkatkan industri otomotif dalam negeri. Saya terkesan dengan launching non-APM  yang dilakukan Dyandra bulan lalu. Hadir 200-an perusahaan dan saat itu juga 65 di antaranya langsung deal ikut IIMS 2015. Itu yang harus diapresiasi dan coba dioptimalkan Dyandra sebagai korporasi yang salah satu pergerakannya di bidang pameran. Jika penetrasi pasar industri non-APM bisa dikencangkan, saya yakin imbasnya akan sangat banyak dalam rangka membangun industri dalam negeri,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 56 = 58