China Berguru Sampai Ke Jerman Demi Bangun Industri Otomotifnya

Untuk menghadapi kerasnya persaingan otomotif dunia, ternyata China sampai berguru ke negara der Panzer. Jerman yang sangat terkenal dengan kapabilitas produksi mobilnya memang pantas menjadi tempat percontohan yang strategis. Setidaknya teknik permesinan dan desain otomotif Jerman memang sudah berusia sangat tua. Banyak Nama-nama brand besar otomotif dunia berasal dari sana. Sebut saja nama seperti BMW, Mercedes Benz, Volkswagen, Audi, Opel dan Porsche. Nama-nama tersebut sudah tak asing lagi di telinga kita.

Mobil-mobil produksi Jerman memang sangat terkenal karena kualitasnya yang mumpuni. Kualitas dan panjangnya usia menghasilkan nama yang melegenda. Tak aneh bila China belajar dari ahlinya ketika mereka hendak membangun industri otomotif dalam negeri. Awalnya negara Tirai Bambu itu mengajukan proposal kepada Ford Amerika untuk membangun pabrik mereka di China. Tetapi yang China terima hanyalah penolakan.

Tak putus asa setelah kegagalan pertama, China melakukan penawaran kedua kepada Volkwagen Jerman. Dan gayung pun ternyata bersambut. Pabrikan mobil tertua di Jerman itu bersedia membangun pabriknya. Dari sanalah awal mula geliat pertumbuhan otomotif negara sang Naga. Hingga saat ini mobil-mobil peranakan Volkswagen-lah yang memegang pangsa pasar terbesar di China.

Tak dapat dipungkiri saat ini kekuatan manufaktur terbesar dunia memang diduduki oleh China. China telah menjadi salah satu raksasa otomotif terbesar dunia. Pada tahun 2017 misalnya, International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (Organisation Internationale des Constructeurs d’Automobiles – OICA) mencatat China sanggup memproduksi 29 juta unit mobil per tahun. Angka ini secara mutlak jauh meninggalkan Jepang yang telah terlebih dahulu memulai industri serupa; yang hanya sanggup memproduksi 9,6 juta unit per tahun.

Pada pasar domestiknya sendiri, China kini telah memiliki sekitar 120 pabrikan mobil yang sedang beroperasi. Sekalipun demikian, bukan berarti PR industri otomotif mereka telah selesai. Masih ada beberapa hal harus dibenahi. Salah satunya adalah soal image kualitas, terutama ketika harus menembus pasar-pasar Eropa yang usia industri automobile-nya jauh lebih matang.

TKB Group sendiri sebagai pemilik merek velg HSR Wheel dan distributor ban Accelera pun percaya bahwa seharusnya usia memberikan kematangan. Panjangnya usia memang seharusnya memberikan pengalaman lebih dan kedewasaan dalam dunia bisnis, tak terkecuali bisnis otomotif. Dan kami pun percaya bahwa 14 tahun berdirinya TKB Group hingga kini telah menjadi sebuah modal awal yang membuat kami terus berevolusi; memahami, mengevaluasi dan membenahi diri.

Karena itu kami selalu berusaha menghadirkan produk dan layanan terbaik sebagai wujud dari kematangan dan profesionalitas. Supaya kami boleh mendapatkan kepuasan dan kepercayaan dari para pelanggan. Silakan kunjungi gerai-gerai kami yang tersebar di 60 tempat di Indonesia. Dan kami harap Anda puas dengan jasa dan varian dari produk-produk HSR Wheel kami.

Penulis : Nikki Tirta

Muhammad Iqbal Abdul Ghofur

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah & Ilmu Komunikasi. Digital Marketer di PT.Visi Media Tara, PT.Setara Media & TKB Group Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *