BMW CS, Edisi Terbaik Sekaligus Penutup

BMW M paling ikonik, apalagi kalau bukan . Memiliki loyalis yang sangat setia, walau dihadapi pilihan sedan super lain, seperti Audi RS4 dan Mercedes-C63. Namun diyakini, bimmer puritan tak mungkin pindah ke lain hati.

Tagline “The Ultimate Driving Machine” pantas didaratkan ke mobil-mobil M sejak era 1970an. Meski sempat dikritik karena semakin lama kian bertambah besar, berat dan terlalu lembut, kenyataannya divisi M masih menyimpan banyak resep manjur untuk mendongkrak kemampuan . Contohnya Competition Package yang diluncurkan tak lama setelah versi standar. Banyak kalangan menilai, seharusnya F80 seperti ini sedari awal.

edisi
edisi

Seiring berjalannya waktu, model terkini mulai memasuki masa pensiun. Sebagai bentuk penghormatan terakhir, divisi M menunjukkan hasrat sebenarnya. Maka dirilislah BMW CS yang melangkah di level berbeda dari lineup . Kehadirannya, mengingatkan E46 CSL lebih dari satu dekade lalu. Tapi tidak se-hardcore itu. Embel-embel CS di belakang namanya, jelas sekali mengikuti langkah saudara dua pintunya, BMW CS, yang sudah duluan mengaspal tahun lalu.

Filosofi dan perlakuannya sama seperti yang dilakukan untuk CS. Pertama-tama, tenaga dinaikkan 28 hp dari standar menjadi 453 hp. Torsinya juga melonjak 50 Nm jadi 601 Nm. Klaim BMW,  CS mampu berakselerasi 0-100 km secepat 3,7 detik. Lebih cepat dari Competition Package yang berada di rentang 3,8 – 3,9 detik. Wajar, bobot 1.585 kg di CS, lebih ringan sedikit dari Competition Package dan 50 kg dibanding standar. Hasil ini diperoleh berkat penerapan atap serat karbon yang lebih ringan 6 kg dari atap konvensional. Kap mesinnya juga semakin ringan 25 persen dan memakai pelek alloy super enteng juga.

Sistem aerodinamika tak terlampau dramatis. Cukup melalui front lip, diffuser belakang dan spoiler yang semuanya berbahan serat karbon. Khusus CS juga, knalpot menggelegar yang suaranya persis mobil balap, bahkan lebih sangar dibanding knalpot opsi M Performance Exhaust. Dalam kabin tidak tampak radikal dan tetap memancarkan kemewahan. Konsentrasi lebih ke penggunaan material suede Alcantara di banyak bagian, mulai dari dasbor sampai konsol tengah. Tak lupa, bubuhan emblem CS sebagai penanda edisi spesial. Peningkatan paling spesial dari CS berasal dari sektor suspensi. Tidak ada kata terlalu lembut untuk sebuah M lagi, CS selalu siap digeber di sirkuit manapun. Perangkat lunak untuk Dynamic Stability Control (DSC) dan limited slip differential direvisi. Menurut insinyur M, geometri suspensi tidak berubah, hanya dari sisi software untuk menunjang kinerja komputer yang mengatur DSC dan LSD.

Kemudian keseimbangan mobil dan downforce menjadi prioritas selanjutnya. Menurut BMW, downforce di kecepatan 200 kpj sekarang sebesar 20,39 kg, berbanding 16,31 kg di Competition Package. Sayangnya, transmisi manual tidak tersedia untuk CS. Hanya transmisi kopling ganda DCT 7-speed yang sudah sangat cepat dan pintar. Dan upgrade terbesar yang luput jadi perhatian, ternyata datang dari ban. CS menggunakan ban semi-slick Michelin Pilot Sport Cup 2 berukuran 265.35R19 untuk depan dan 285/30R20 di belakang. Cuma 1.200 unit BMW CS yang dipasarkan dan alokasi untuk pasar Eropa sudah ludes terjual. Harganya 113.700 euro atau Rp 1,9 miliar.

Muhammad Iqbal Abdul Ghofur

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah & Ilmu Komunikasi. Digital Marketer di PT.Visi Media Tara, PT.Setara Media & TKB Group Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *