Bentley Bentayga Catat Rekor di Pikes Peak International Hill Climb

Bentley amat terobsesi pada status Bentayga sebagai SUV tercepat di dunia. Karena sudah banyak SUV lain yang tak kalah cepat, contohnya Lamborghini Urus, Alfa Romeo Stelvio Quadrifoglio, Porsche Cayenne Turbo dan Tesla Model X. Rata-rata memiliki akselerasi 0-100 km/jam di bawah 4 detik dan kecepatan puncak melebihi 300 km/jam.

Upaya membuktikan keperkasaan Bentley Bentayga, diwujudkan melalui tantangan tergolong nekat. Ya, Bentayga ditantang memecahkan rekor untuk SUV versi produksi massal tercepat di balap Pikes Peak International Hill Climb.

Jika ada yang belum tahu Pikes Peak International Hill Climb, ialah balapan mengejar waktu tercepat di Pikes Peak, puncak tertinggi pegunungan Rocky di Colorado. Event balap ini digelar tahunan dan sekarang memasuki tahun ke-96. Treknya mendaki sepanjang 19,99 km dengan 156 tikungan sampai ketinggian 1.440 m di atas permukaan laut. Karenanya, balapan ini disebut sebagai “The Race to The Clouds”.

Tantangan ini sangat diseriusi Bentley, sebab persiapannya memakan waktu 6 bulan dan mengembangkan program tersendiri. Hasilnya tidak sia-sia. Dikemudikan juara dua kali Pikes Peak, Rhys Millen, asal Selandia Baru, Bentayga mencatat waktu 10 menit 49,9 detik sampai puncak.

Sebuah capaian rekor yang bahkan hampir 2 menit lebih cepat dari rekor sebelumnya. Kecepatan rata-ratanya mencapai 106,4 km/jam. Cukup untuk mentasbihkan Bentayga sebagai SUV produksi massal tercepat di Pikes peak.

Kombinasi teknis yang terkandung di dalam tubuh Bentayga, memang sangat meyakinkan. Mulai dari mesin berkonfigurasi W12 6,0-liter plus twin-turbocharger, yang mampu menelurkan tenaga sebesar 600 hp dan torsi 900 Nm. Versi mesin W12 ini mempunyai figur akselerasi 0-100 km/jam secepat 4,1 detik dan top speed 301 km/jam.

Kondisi tidak sepenuhnya standar pabrik, karena harus ada penyesuaian sedikit untuk mengikuti regulasi balap. Jok depan digantikan jok balap, sementara kursi belakang dihilangkan. Sebagai pelindung seisi kabin, tersemat roll cage dan disiapkan pemadam kebakaran. Ban memakai Pirelli kemudian knalpot pakai Akrapovic sesuai standar spesifikasi. Selebihnya tetap standar Bentayga yang dijual umum. Seperti kelir bodi Radium Satin, suspensi udara adaptif, anti-roll control elektrik dan rem karbon keramik.

Sebagai bentuk perayaan rekor tersebut, Bentley meluncurkan edisi terbatas Pikes Peak Bentayga. Dibuat handmade oleh divisi khusus Mullliner, Pikes Peak Bentayga memiliki beberapa elemen berbeda dibanding Bentayga standar. Antara lain mengganti kromium di eksterior dengan warna hitam dan menambahkan splitter karbon, side skirt, diffuser dan spoiler. Motif Pikes Peak tertera di fender sebagai pembeda lain.

Muhammad Iqbal Abdul Ghofur

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam, Fakultas Ilmu Dakwah & Ilmu Komunikasi. Digital Marketer di PT.Visi Media Tara, PT.Setara Media & TKB Group Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *